Senin, 15 Februari 2010

Chapter 13 : Making Money, Making Honey (Part2)

January 18, 2010

 

Para-shit.

Ada sedikit rasa bersalah sih abis bicarain si Rafael sama anak-anak kemarin. Padahal kan saya juga belum tau apa background dia. Siapa tau dia ini, dia itu..

So, I decide to got to his place, as I promised to him the day before. “Haaiii Rafael!” senyum saya, yang jangan ditanya, palsu pastinya.

Saya lagi-lagi duduk menghadap jejeran foto mereka. Kami seperti lomba diam pada menit pertama. “So… Free today?”

“Every single day..” dia senyum balik. Lega sedikit saya jadinya.

Enggak tahu gimana, dia nyerocos sendiri soal tetek bengeknya. Mulai dari dia putus kuliah karena ditarik jadi salah satu model salonnya Om Wijaya. 

“Dulu aku bukan gay.” Well, now u’re so gay with that very tight yellow topman shirt, kata saya dalam hati. (Jadi kucingnya father of gay pula, hihihi).

“Dimana keluarga kamu sekarang?”

“Ada, di pedalaman manado. Mama, Papa, masih komplit semua. Aku lari dari rumah karena dulu dipaksa kerja nelayan, padahal maunya kuliah. Eh malah kuliahnya kesendat di tengah jalan gara-gara malas kuliah dan keenakan di modeling.”

“Keenakan dipenuhi semuanya ya sama si Om?” Oh Lord! Forgive me for this error split-tongue.

Rafa menunduk sebentar, lalu mukanya jadi kaku. “Did you just judge me?”

Oke, saya paling muak dengan yang namanya simpenan, kucing, benalu, paras(h)it, kutu dalam rambut, apapun itu! “Yes I just did. Not because of who you are, but for what u did.. And just so you know, why don’t you try to make your own path? Geez, I bet you’re not happy at all, and.. Oh! Do u even love him? Guess not!” There! I say it in front of his face. Tanpa jeda, tanpa nafas! Lega!

“At least my bags are Vuitton! Not GAP like yours!” Damn! Did he just mocking my white GAP oversized-bag. He’s sooo crossing the line!

“I bought this from my first writing salary, not by selling my soul to the the most sissy gay alive!” Arghhh! Udah di ubun-ubun ini.

Matanya tiba-tiba jadi berkaca-kaca. “Is there any word…? Again? More?” jujur, saya jadi feel guilty sedikit.

“Look.. I didn’t meant to judge you. Who am i? An angel? But I just cant stop thinking, why u choose to be a… person like this?” Hampiiir keceplosan kata Man-Whore.

“There was a sad little boy, 20 tahun yang lalu. Yang harus kumur dengan air garam sebulan penuh, dan orang tuanya tetap tak mampu mengajak dia ke dentist.”

Saya trenyuh sedikit, “And now, there’s a men, yang bangga karena mendapatkan semuanya, tetapi itu bukan miliknya.”

I don’t feel guilty at all by now! Why?

Karena 5menit sebelum saya pamit pulang, dia ngajak threesome dengan Om Wija yang barusan sampe rumah itu untuk makan siang. Taik kukang!

Ga tau udah berapa orang yang kena jebakan mereka ini.

 

---

Sorenya saya memeluk Cyrrus lama banget, masih merasa dipermalukan kejadian tadi siang.

“Gua kalo udah gede, mau jadi working bee ah.. Terus making honey, baru bisa making honey!” Cyrrus ngelantur sendiri.

“Kaya Om Wija dong, dodol!”

“Yucks, Keith! My physic is waaay better! And honey, as a shark, I wont let any parasite fish swims under my belly. NA-AH!”

“Aaaa.. I’m so proud of u, Baby C!” peluk saya lebih erat.

“Iya lah, kan no money, no honey.”

“Asal elu jangan no honey dan no money aja, apes banget dengernya.”

Sialan Keith!

 

By.C

Selasa, 02 Februari 2010

Chapter 12 : Making Money, Making Honey (part 1)

January 21, 2009


Suspicious Mind

Saya sampai juga di depan pintu apartment dua kamar itu, “Wow.. nice flat,  fancy furniture, and stunning carpet! Lantai 9 pula!”

Rafael menaikkan alisnya, “Yep, it's the best floor to see a prfect horizon tiap subuh, kan?” pria ini baru saya kenal lewat facebook lusa kemarin. And I was freaking out when I knew he lives in my dream building and has my favorite sport car! He is sooo me, in the next 7 years! =p

So, I went to his place and brought him some cupcakes buat alibi masuk ke tempatnya. “U can call me ndeso dan norak, tapi ini kamar utama bagus banget sihhh. And gosh, look at your closet! Its every gay’s dream!”

Dari tadi si Rafa cuma mengekori saya yang ‘touring by myself’ dengan mimik muka datar sambil senyum-senyum secuil. “Chris, behave! He’s getting bored by you!” kata saya dalam hati. Ou-Ow…

Duduk aja ah!

Lalu saya duduk menghadap jejeran pigura-pigura kecil di meja depan. Ada foto-foto si Rafa dengan background Maldives, Egypt, Marrakech, Tokyo.. dan LIBERTY STATUE! NEW YORK I LOVE U! “Damn…” saya cuma bisa gigit bibir sendiri.

“Siapa nih yang difoto kamu ada terus? He seems familiar. Dia Om Wijaya kan? Is he your Daddy?” dia langsung salah tingkah dalam diamnya.

“Well.. I haven’t told you something.. He’s my hubby. My boyfriend.”

Saya menganga selebar yang saya bisa. “HAH?!?! SINCE WHEN?”

“Mmm… Sudah jalan 4 tahun kayanya. Since I was 23years old.

“Errrmm.. Rafa, I think my friends is calling me, hold up a second.” Padahal cuma bunyi broadcast message dari blackberry yang ga penting, tapi saya mau pura-pura nerima telpon aja ah.

“Halo Keith? Ya? Ok? Sekarang? Ok?” Sekarang apaan? Ngentotin celeng? Pasti Keith jawab gituan kalo tau namanya dibuat alesan. Hihihi.

“I got to go now.” Saya gelagapan ketika dia tahu-tahu menghadang saya menuju pintu exit. Kok dia jadi murah senyum gitu.

“Promise me, u will be here tomorrow..” saya mengangguk ngeri.

“Will do.”

 

 

Rumor has it..

For heaven sake! Maroon Sofa! Thanks Lord I’m already here! “Damn shit! Kenapa elu? Kita sampe bolos ngampus ini!” Keith dan Cyrrus tiba terlambat.

Lalu saya cerita semuanya. Dari granite floor nya, vuitton luggage, sampai foto-foto yang ada Om Wija-nya. “Dih, secakep itu mau sama gadun kayak Om Wija? Banci salon! Kucing! Pasti dulunya kucing jalanan tuh, sekarang evolusi jadi kucing anggora yaa..” Keith langsung nyerocos.

Cyrrus ada cerita, katanya Om Wija itu (Bukan Ko Wija yaaa. Om Wija! Kalo perlu, skalian Grandpa Wija. Secara, umurnya 50an) bisnisnya bukan cuma fanchise salon, tapi juga agency model dan talent. “Mana model-modelnya dia juga peliharaan semua pula! Gua trauma deh kalo inget dipaksa dia buat masuk di agency dia. Kayak gua kurang duit aja sampe harus minta om-om buat bayarin tagihan hair spa gua.” Dih..

Saya masih shock, “Terus ya, gua kok heran dan baru tau Om Wija ada pacar tetep gitu.”

“Diumpetin kali!! Gua denger, mantan-mantan dia semuanya ga boleh koneksi sama dunia luar. Ga boleh temenan, tempat gym si Om yang nentuin, dan sekalinya ketahuan main belakang, hilang deh tuh BMW, Helmut Lang, sama Vuitton nya.” Keith langsung mandang ke Cyrrus.

“Keparat lu Keith! Daripada jadi kucingnya Om Wija, I’d rather go with Green Bag bikinan Carrefour sama naik andhong keliling Jawa deh!”

“Yeah. We can afford ourselves lah. No need some sugar daddy to get us some candy.” Simpul Cyrrus.


“Aiyoooh, gua lupa nagih oleh-oleh dari Ko Albert dari Hongkong. Lumayan Gucci palsu.” Kata Cyrrus lagi tak lama kemudian.

“Kucing mini lu, dasar!!”

 

Saya masih mikir.. besok datang lagi gak yah..

(to be continued)

 

by.C

Minggu, 24 Januari 2010

Chapter 11 : sEXPERIENCE

January 8, 2010

 

Lemme tell ya, what sex is..

Seeexxx!

Bukannya ini otak isinya sex melulu ya. But com’on.. admit the fact that sex is a part of us.

Sex is a fun imagination when u stuck with ur shitty tasks.

Sex is a reason when someone asking u “What makes ur relationship long lasting?” question.

Sex is an entertainment.

Sex is I.

Sex is you.

Kita bicara tentang sex ya… Bukan bicara adegan ranjang dan tuncep sana tuncep sini.

Like Samantha Jones says… It’s just sex, nothing to worry about, and it wont kill u.. hihihii viva Sam!!

Jadi yang bilang “Aduh jangan bahas sex doong!!” then shut da hell up! Sana pencet remote, nonton Discovery Chanel episode musim penguin kawin!

 

>>Keith’s first sex experience :

“Damn u.. it was sooo embarrassing! Should I tell the story?” Yes u have to!

Gua inget banget tuh yah, pertama kali diajakin ML dua tahun yang lalu. Sama koko2 satu fitnessan. He was everything, he was sweet, and he was hot in my eyes lah pokoknya sampai gua mutusin buat mutusin ML pertama kali sama dia.

So… datanglah gua ke kontrakan rumah dia. Ciuman lah, blowing each other lah. Sampai pada waktu dia ngeluarin KY dan langsung ngolesin tuh lubricant ke Mr.Happy gua.. “Apaan sih ini ko?”

“Biar masukinnya ga sakit…”

Keith mulai bingung, “Masukin apaan yah??”

“Burung elu masukin ke donat gua lah Nyoooo. Siap?” Keith langsung kaku. Lah selama ini kan fantasi dia disogok koko2 sexy.. Ini kok disuruh nyogok!

“Lohhh! Kok malah mengkeret sih burungnya?” si Koko panik udah dalam posisi ngangkang.

“I am… bottom..” jadi keduanya ini saling salah tanggep. Si koko ngiranya si Keith ini role in bed –nya top, soalnya Keith kan jantan banget tuh. Dan si Keith ngiranya si Koko ini Top juga, secara ga ada ngondeknya blasss! Makanya toh Keiiith, pendekatan itu perlu. Ini anak sampe sekarang sifatnya ya kaya gini ini.

Si koko langsung ngeloyor ke toiletnya, “Terlanjur horny! Gua coli aja di toilet!”

“Damn… sampe sekarang, gua kalo inget itu jadi maluuuu banget. Sampai2 gua pindah gym segala. Sekarang si boti cantik ini gantian cerita ah!!”

 

>> Cyrrus’s first sex experience :

“Perfect! Ga kaya elu! Enak pula! Weeeek =p”

“Pertama kali gua, aduh bingung.. Pertama kali make out sih udah dari jaman SMP yah. Sama pelatih renang gua. Dia nyuruh gua isepin nipples dia aja.”

“Euchhh!” balas kami spontan.

“Bagian telanjang sm ML nya dogol! Bukan emut-emutan doang!” Keith sudah tak sabar.

Pertama kali Cyrrus jaman SMA kelas dua. Sama kakak kelasnya yang ternyata sinyo-nya bukan cuma Cyrrus aja. “Tapi gua ga nyesel kok. Abisnya cakep…hohoho.”

Jadi itu koko, ga mau jadian, ‘adek angkat’nya booanyaaak bener. Title nya sih adek angkat ya, pernah ‘diangkat’ maksudnya. “Tapi gua lumayan patah hati sih waktu dia udah lulus dan pindah luar kota.”

Pretty normal story!! “BORING AH~!”

“Ga boring ahhhhh! Abisnya itu koko pas ML selalu tereak I LOVE U FOREVER.. I LOVE U FOREVER! I LOVE U FOREVER SINYO! Awww!”

“Haizzz! Pantat lu tuh menganganya forever!”                 

 

>> Chris’s first sex experience :

And the Russian Roulette spot on me!

“Aw-my Gadh! Should aiii? Biasa ajaaa. Sama mantan. Dua tahun yang lalu. Normal.

U know the rest lah, queers.” Saya malas bahas ini ah. Past is past, hihihi curang.

“Taik lu holy mary virgin, tau gini kan gua gag usah cerita aib pertama gua.”

 

So.. what’s ur first experience people? Mind to kiss and tell? =)

 

By.C

Rabu, 20 Januari 2010

Chapter 10 : OH - for Orgasm

December 14, 2009


No expectation = Big-OH

There’s once a hunky men, very tempting, totally attractive, and every boys' fantasy!

Dia selama ini tinggal di Brisbane dan mau balik ke kota asalnya ini untuk seminggu.

R : will be there for a week, family things.. kamu disana kan nyo?

C : always be here, Sir.. sexy display pic on ur ym, btw.. =p

R : mind to taste it? Smoooooccch…

(saya sudah gigit bibir disini)

Singkatnya, Ron sudah dikota ini lusanya dan rajin sms-an dengan saya. And trust me, all of his sms-es are very NAUGHTYYY…! And I like it.

I will tie ur hands up.. and licking all over ur body, not to mention ur butt for hours.. 

until u're begging me to fuck u..

And when I stick my dick into ur ass, u will begging me to go deeper..

There will be no space, u owe me ur last breathe.


Pheww! Now mine is totally ‘up’ and ‘wet’ just by reading his message. Balesin lebih panas ahhh....

Bow-ring… Been there already, Ron..

Gimme more than that.. I know u can do better.. =D


Hey! I was single and I can have sex with whoever I want, riteee? That man was so tasty anyway..

I’ll cum all over ur face..

I’ll push u to lick my JUICE till the last drop..

U want fire? I’ll give u fireworks..


Snapp! He got me! I am all yours, Ron! Maybe it sounds nasty, tapi kalau Ron yang bilang ini.. GOSH..I CANT EVEN WAIT FOR THIS MOMENT!

Where?

When?

Yes! I need to get laid! (be right back in order to get my big-OH).

 


Big Expectation = No Big-Oh.

There he was. Orang yang selama ini digembar-gemborkan oleh para senior soal fisiknya yang 5stars. Terakhir lihat dia waktu jaman saya perawan kali yah.. Sekarang tambah yummy!

“I don’t like sleeping alone, cutie cupcake..” saya mau teriak –I know! Makanya itu situ sampe-sampe kesohor karena bikin becek dimana-mana-.

“My friends are waiting in coffee-shop, Ko.. I just drop by here to say Hi, kok.” tantangin dikit biar ga dikira asal kasih gratis. Hihihi.

Ron malah sekarang merangkul, “It’s hard on already.. Be responsible, please.”

Haduw.. Gara-gara digituin sampe-sampe melorotin celana sendiri.

Oke.. I tied up with white linen handkerchief now.. CHECKED.. OUCH !

The licking moment… CHECKED.. ADDICTING !!

I cant held it anymore, “F me please?” mata Ron langsung berbinar menang. Sejam pas tadi, burung saya ini sudah cenut2, ga berhenti hard on. Si Ron malah baru dikerasin sekarang. Haizz! Go ahead! Make that hard, then fill this hole! Hihii..

There it was... Average dick, but like I caaare.. “I’m ready… =)”

BAM-BAM-BOOM! BOOM!

One minute.. Two minutes.. Three minu….te “ARGH! I’M CUM-IN! EAT MY JUICE!!”

Saya menganga kalap, sekaligus shock, dan pas disitu itu LOVE JUICE muncrat..!

“Arghh! Aren’t that ur best sex, cutie?” dia langsung tiduran, pake selimut. Fucking selfish TOP! I hate that irresponsible attitude! I haven’t came yet!

Kerongkongan saya masih ngilu, tersedak jus dia barusan.. “That’s all?? 3 freakin minutes???!! Arghh!” langsung saya lempar itu kondom bekas ke mukanya.

Muka Ron kaku langsung, “Well.. it’s normal isn’t it?”

I CANT (and won’t) SAY ANYTHING ANYMORE! “Bye big Oh!! Euhh!”

 

By.C

Jumat, 04 Desember 2009

Chapter 9 : No Girl Allowed

November 24, 2009

 

Disturbia.

Bitches and Queers, now I present you… Keith Wang The Raccoon…!!” joke barusan berhasil membuat Keith sedikit menyimpulkan senyumnya, sebelum akhirnya menarik kuping kiri Lilith.

Nggak usah nanya kenapa dia dijuluki itu baru-baru ini. Eye-bag barunya itu ya gara-gara aksi menangisnya pasca ‘ugly break-up’ dari Koh Billy. “Ngapain aja sampe bisa segede itu?” Cyrrus takjub.

Cigars. lot of.. coffee.. lot of.. james blunt’s songs.. lot of..tears.. lot of his face inside my head..” Lilith langsung memeluknya.

Si feminine yang maniak cocktail-mini-dress ini sudah lama jadi tetangga Keith. Pernah ada kisah cinta monyet diantara mereka. One big slap waktu Keith menolak cookies perkenalan buatannya. Sebuah tamparan ketika Keith memutuskan mengambil kuliah DKV. Dan dua tamparan ketika Keith ngaku Gay, “Kenapa ga ngaku dari dulu sih? Kan bisa ngejar Cyrrus! Plakk! Apa?? Cyrrus juga Gay?? Setan homo semua! Plakk! Sekarang setirin anterin gua beli pembalut!”

Sekonyol dan seunik itulah hubungan mereka. Lilith sudah menjadi bagian dari kami. Lalu dia mengambil shawl dari leher Cyrrus, “It’s not cute on you, weee!!” Cyrrus balas menjulurkan lidahnya.

Saya memikirkan beberapa kisah tragis ‘tak sampai jadian’ saya. Kebanyakan berakhir tak jelas karena salah satu pihak berhenti memikirkan opositnya. Seperti tiba-tiba bangun pagi dan merasa waktunya sudah habis dan cukup dengan pria ini. Perasaan seperti waktu kita berkaca dan cukup sudah dengan model rambut yang ini. Ganti segera! Tak usah dipikirkan! Menyakitkan memang.. “I just can’t spend my whole life and my whole time with u! Only one guy?? Na-Ahhhh!”

Its 2am.. I checked Keith’s facebook in the middle of the night to make sure he was okay : KEITH WANG : I spend long nights by myself, erasing my thoughts and your images a thousand times.. (18minutes ago)

Aduh nih setan.. Kalo lagi patah hati, bener2 bukan dirinya lagi dah. Ga berapa lama dia telepon. Am I the last person in this 2am to be called? Damn Keith!

Suaranya parau dari sana, “Rokok ke delapan, Heineken ke tiga, masih di taman… huhuhu..” mata ini sungguh berat, namun janji ‘anytime will be there for u’ saya sama dia harus dilaksanakan dong. Dan sejam berikutnya adalah sesi mengenang kembali. Disturbia bagi Keith, disturbia juga bagi saya. Kapan ini berakhir?!

“Ini harus diakhiri..” bisik saya pada Lilith besok paginya di kampus. Dia mengacungkan jempolnya mantap.

 

Cookies Monster.

Ini sepenuhnya ide Lilith untuk mengambil kursus kilat membuat cookies. “Saya cuma memberikan basic, kalianlah yang menentukan apa isi dan topping-nya.” Kata chef diakhir kelas. Saya dan Cyrrus udah menyerah dari tahap menakar adonan, lega. Kami bukan binan yang selembut dan sesabar itu. Enakan beli langsung!

“They’re look like a couple, aren’t they? Cute couple..” bisik Cyrrus. Dari tadi Lilith dan Keith dengan tenangnya membuat cookies. Tema mereka adalah MONSTER. Cookies berukuran raksasa yang bahkan chef nya sendiri cuma bisa melongo dan malas ngritik.

Lumayanlah, Keith jadi terlena dengan hal lain. “Ayo buat empat monster. Masih kurang tiga!” omel Lilith. Kita pulang saja, gak sanggup lihat proses panjang itu 4 kali lagi.

Selanjutnya malam itu kami kembali berkumpul di coffee-shop seperti biasa. Lilith katanya akan menyusul sejam lagi. “Ini kan khusus binan doang. No girl allowed! Even her!” protes Keith. Kami hanya diam.

Rasanya Lilith gak jadi datang deh. Ini hujan, dan dia paling takut hujan. Mana gak bisa nyetir mobil pula. Waitress menghampiri Keith, “Maaf Koh, ada yang mencari anda diluar. Dia tidak mau masuk.”

Keith menjatuhkan rokoknya ketika mendapati Emilia basah didekat mobilnya, kemudian berlari menghampirinya. “Stupid Barbie! Kamu kan punya potensi kena paru-paru basah! Ngapain disini?”

Dia cengengesan, “Hehe.. Sekali-kali lah. Sori telat, engga ada taksi yang mau kesini, katanya banjir. Yaudah jalan kaki. Bawa payung tapi payungnya terbang. Huhu…” posenya sok imut. “Geblek!”

“Wee! Dasar homo! Ini!” dia menyerahkan box yang terbuntal tas plastik. Kemudian dibukanya. Empat ‘monster’ dengan ukiran choco chip. F.I.N.E

Keith kaku. Dia hanya tunduk pada orang yang bisa melumerkan hatinya dengan cara yang aneh nan bodoh. Dan gadis ini berhasil!

Dia tersenyum lebar. “Do you want me to be fine.. atau cookies ini elu bilang fine sendiri?” kepalan lemah Lilith meninju lengan Keith. “You bitch! Hahaha. Setan homo..!”

 Keith, be fine. Because you are fine, because your life is fine, because everything is fine. We never stop loving you, jadi kenapa kamu berusaha mencari cinta yang lain? Menangisi cinta yang bahkan tidak menengok padamu? Fine? I’ve never wished to be your girlfriend, tapi please, be fine.” Mata mereka saling berkaca-kaca dan berpandangan lama. Lalu Keith mencium bibir mungil itu untuk pertama kalinya.

“How does it feel?” tanya Keith yang tersenyum lebar.

“Real men would be better… Hahaha.” Lalu dia memeluk Lilith erat.

Kami memandanginya dari sekat kaca. “They’re cute couple, aren’t they?” tanya Cyrrus sekali lagi. Sekali lagi juga, No comment, ibuk! Pertanyaan retoris!

“Ayo ganti baju di mobil. Aku ada t-shirt plus shorts.”

Untuk pertama kalinya kami mematahkan peraturan kami, saudara-saudara.
“Let that girl in, Keith.. Get her in!!”

“Tapi dia cewe, woi! jangan ah.”

“We don’t see any girl. Do we, Baby Cy?” tanya saya.

“Aaaaa! U GAYS are cool!!” teriak Lilith.

 

By.C

Sabtu, 14 November 2009

Chapter 8 : Another Pain in the Ass!

October 5, 2009


Disturbing Behavior.

Ko-Cyrrus! Kok ga balas sms!!?? Marah ya? T.T huhuw..

Mau didi lompat dari balkon ya??!! >.<


“And since when u’re dating kiddo?” asap rokok saya sampai berhamburan dari mulut gara-gara Cyrrus menunjukkan sms itu.

“Ah shut-up. Lu berdua belum lihat sih dia cute banget.”

“Euuchh!! Tetep aja anak kecil! Under 17! I don’t do kids! Dan itu tulisan.. Jahh.. Pasti anaknya ngondek dan ngetik smsnya pake tuncep2 ‘aih cebelll gegeh ga balesh baleshhhh’. Bales sono!!”

Keith terus nyerocos sambil merebut bb itu, “Kok ga balas sms? KOK GA TUNGGU SMS?! Marah ya?? GA USAH SOTOY GA JELAS YG BIKIN DARAH NAIK BENERAN! Huhuw? HAHAWWWW!! Mau didi lompat dari balkon? SILAKAN!! GUA MASUKIN KE DISTURBING-PIC NYA KASKUS NTAR FOTO MAYAT PENYET LU!”

Cyrrus jadi sebal. Kalau begini pasti kata-kata Keith selanjutnya will be… “Lu berdua boti begitu, mana bisaaa.. buang-buang pulsa aja dah!!” tuh kan bener. Sampe hafal sama itu bibir gen-set. Kalo ngomong bener2 ah!

“Sialan lu bencong tomboi. Gimana dooong.. nih anak sih cute. Tapi ganggu banget!! Ga balas semenit, sms lagi! Ga balas lima menit, miskol! Ga balas sejam, ngancem bunuh diri! Ga balas sehari, didatengin rumah gua!”

Saya ngakak, separah-parahnya suka sama orang, pantang mati buat ngejar senajis itu! Its really disturbing behavior for me! Bikin turn off.. totally turn off!

“Sini…” saya gantian mengambil bb-nya. Mengetik-ngetik. SENT.

“Ngetik paan Chris?” saya memberikannya pada mereka.

U’re not the cutest one. I know someone better. 

With your behavior like this, I better be with someone else. 

Change ur attitude, or this will be my last messages.

 U’re such a big pain in my ass..


Ga ada semenit bb Cyrrus kembali bunyi, “Buka!!” Keith penasaran.


MAKSUDNYA APA YA KO?

DIDI GA NGERTIII >.<>

“HAIZZZZZ!! Itu biaya kursus les inggris dari mamanya dibuat les balet-ngangkang kali yah!! Buang!!” Keith sampai meremat bantal.

 

For you, My P-A

And please, by this blog I want to telling u guys (especially some PAIN IN THE ASS!) : ga usah buang-buang waktu. Kelakuan begitu, bukannya bikin gemes malah bikin pengen remes.

Ga usah obsess-obsess ga penting! Mama kita aja anaknya makan-ga makan yang penting malah nambah endut! Lagipula, “WHO THE HECK ARE U? TRYING TO BE MY SPECIAL ONE?”

Ga usah ngancem bunuh diri segala. Apalagi maki-maki pakai nama kita lewat status-update facebook. Yang ada kita malah geleng-geleng kepala. Ini anak lagi kesambet setan suster ngangkang kali yah..

And I keep on wondering.. IS THERE ANY MATURE-WISE-SINYO-SINYO? Kalo ada.. then.. we are so proud of you.

And once again.. I REALLY NOT INTO KIDDO-DIDI-SINYO-SINYO.. still..euchhh =p

 

By.C